Hello Nasty World

Pretty face with no brain are forbiden to visited here.

Janji :D

Mulut bisa mengungkapkan banyak hal. Kebenaran, kebohongan, ketidakadilan, dan bahkan kehidupan … orang lain. :p. Mulut-mulut ini akan berlumur dosa dan dilapisi pahala. Walau mungkin persentasenya akan lebih banyak yang pertama. Tapi siapa tahu, kita kan hanya manusiayang hanya bisa menebak. Human guesses, God knows! :)

Kemudian mulut ini juga akan mengungkapkan janji-janji. Yang sebagian hanya lewat. Mampir sebentar di telinga yang dijanjikan kemudian hilang tanpa salam perpisahan. Akupun sadar, aku begitu. Janji-janji apa yang telah kubuat untukmu? Banyak. Dan apa yang telah aku tepati? Tidak ada. 

Jadi begini, aku akan menghapus semua janji itu. Iya, aku akan membatalkannya sebelum aku melupakannya. Lalu aku akan membuat satu janji lain. Hanya satu. Tak usah banyak-banyak. Yaitu aku berjanji aku tak akan menjanjikanmu apa-apa lagi. Tak ada lagi hati yang bisa kuberi dan cinta yang bisa kau pinta. Perhatian mungkin masih ada, tapi bila kamu terus baik-baik saja maka itu menjadi tak berguna. 

Jadi untuk saat ini, aku akan merasai kamu dengan biasa. Aku akan baik-baik saja saat kamu tak ada. Aku tak akan terlalu bahagia saat kita bersama. Pokoknya aku akan biasa-biasa saja. Tidak ada kata-kata manis pun tindakan romantis. Yang aku tahu satu, saat aku masih memikirkanmu dan belum merasa benci dengan apa adanya kamu berarti aku belum mampu melepasmu. :)

Bored As Hell

When I was boring, I always thinking about everything I’ve done in the past. Sometimes about regreting someone which is too cool to be dumped, but I did it -___-“, or the other day I regret that I got in my school and thinking bout how suck my school is. But this day, I’m regreting something out of my mind. 

So it was early 2009 when I was sitting on waiting seat in Jingga studio. I waited for my friend bought me a water. Err don’t ask me why I was there, in Jingga studio eventough I can’t even play a single instrument!!! Suddeenly, a guy asked me to be his vocalist. I rejected him (OF COURSE) and asked him why he has to be such retard offers something like that to someone he doesn’t even know the name and the capability of singing (I’m bad, btw :(). Then he explained to me that the whole time I waited, I was singing out loud and probably I didn’t recognize that bcoz of my stupid headphones(!!!). Honestly, I was pleased by his words, it prove to me somehow that I could sing. But still, I rejected him.

But now, I don’t know. I regret it. I regret it that I dumped him. Because maybe if I accepted his sweet offer I would be on a stage rock on a song instead of sat in front of my computer, write over sth I regret and feel bored as hell. 

kiddzone: Just Shut Up!

mohaemeen:

Hey bocah ingusan, hahah tidak tidak, sekarang kau sudah besar, sudah semakin manis (dan hitam :P), sudah semakin ranum, remaja yang beranjak matang (keremajaannya dan kelabilannya, hahah). Sebelumnya maaf, perlu waktu lama untuk membalas secuil suratmu, kau tahu sendiri lah kesibukanku seperti…

Ini bukan surat balasan, ini namanya surat pengajaran -____-“

:))))